Dzikir kepada Allah bisa membasahi hati dan melunakkannya. Sebaliknya, bila hati kosong dari dzikir, ia akan menjadi panas oleh dorongan nafsu dan api syahwat. Sehingga, hatinya menjadi kering dan keras, dan anggota badannya akan sulit untuk diajak taat kepada Allah.

Afdloluddin pernah mengatakan, “Setan selalu berdiri didepan bahkan dalam hati manusia. Ia akan segera naik dan mengendalikan manusia bilamana ia melupakan Allah. Sebaliknya, setanpun segera turun dan keluar, bila seseorang mengingat (berdzikir kepada) Allah. Dan seadainya manusia dibukakan tabir rahasia ini, akan tampak jelas bagaimana setan menunggangi dan mengendalikan orang-orang diantara kita, sebagaimana kita menunggangi dan mengendalikan seekor kuda.”