Amal bagaikan kerangka (jasad kosong) yang berdiri, dan nyawanya adalah keikhlasan yang berada di dalamnya.

الأعمال صور قائمة وأرواحها وجود سر الإخلاص فيها

Kata-kata hikmah yang ditulis oleh Imam Ibnu Atha’illah begitu indah dan menarik. Beliau mengibaratkan bahwasanya amal-amal kebaikan itu laksana kerangka (bentuk fisik luar) yang tegak berdiri dan nyawanya adalah keikhlasan. Artinya, amal jika dilakukan tanpa kikhlasan dianggap tidak punya ruh, dan amal yang tidak disertai degan keikhlasan itu seperti jasad tanpa nyawa. 

Jasad tanpa nyawa tentu saja tidak akan hidup dan tidak akan mendatangkan manfaat. Demikian pula amal-amal kebaikan, tidak akan memiliki nilai dihadapan Allah swt jika tidak disertai dengan keikhlasan. Niscaya amal-amal itu akan menjadi sia-sia dan tidak diterima oleh Allah swt. 

Maka, seseorang yang melakukan amal kebaikan namun tidak disertai dengan keikhlasan, seperti seseorang yang menghadiahkan budak mati kepada seorang pemimpin. Ia berharap dengannya mendapatkan upah dan pujian, akan tetapi yang demikian itu tidak pantas ia dapatkan (tidak berhak), ia hanya pantas mendapatkan hukuman. 

(Syarh al-Hikam al-Athaiyah karya Syaikh Abdul Majid as-Syarnubi)