Wahai anak adam! Jangan gembira karena kaya, jangan putus asa karena miskin. Jangan bersedih karena tertimpa bencana, dan jangan sekali-kali bangga dengan kehidupan yang mewah. Emas akan ditempa oleh api, dan sesungguhnya orang sholeh akan diuji dengan musibah.

قال علي رضي الله عنه: يا ابن آدم! لا تفرح بالغنى ولا تقنط بالفقر ولا تحزن بالبلاء ولا تفرح بالرخاء. فإن الذهب يجرب بالنار و إن العبد الصالح يجرب بالبلاء.
اختبار الله تعالى لعباده تارة بالمسار ليشكروا، و تارة بالمضار ليصبروا. فصارت المنحة والمحنةجميعا بلاء. فالمحنة مقتضية للصبر والمحنة مقتضية للشكر. والقيام بحقوق الصبر أيسر من القيام بحقوق الشكر. فصارت المنحة أعظم البلائين. و قال عمر رضي الله عنه: بلينا بالضراء فصبرنا وبلينا بالسراء فلم نصبر.
(رسالة المسترشدين للحارث المحاسبي المتوفى سنة ٢٤٣ هـ)

 

Emas yang awalnya ditemukan di alam, tentu akan dibersihkan dan diuji kualitasnya. Bahkan, ia akan ditempa dengan bara api yang sangat panas agar bisa dibentuk dan menjadi indah. Inilah yang membuatnya dihargai sangat mahal. Begitupula dengan seorang manusia, cobaan yang datang adalah tempaan-tempaan yang dihadirkan oleh Allah swt untuk menunjukkan kualitas “emas” dalam diri kita.

Kadang-kadang, Allah swt memberikan suatu kesenangan kepada hamba-Nya agar ia mau bersyukur. Allah swt juga terkadang menimpakan suatu cobaan pada hamba-Nya agar ia mau bersabar. Maka, pemberian dan cobaan adalah bentuk ujian yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya. Jika yang datang adalah pemberian, maka seorang hamba dituntut untuk bersyukur. Jika yang datang adalah cobaan, maka seorang hamba dituntut untuk bersabar. Bersabar itu lebih mudah daripada bersyukur, begitulah kata Sayyiduna Umar bin Khattab, “Ketika kami diuji dengan kesusahan, kami bisa sabar. Namun, ketika kami diuji dengan kesenangan kami tidak bisa sabar.”  

(Disarikan dari pendapat Syaikh ‘Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam Tahqiq beliau terhadap kitab Risalah al-Mustarsyidin)