Aku khawatir jikalau aku selalu dalam keadaan kenyang, maka aku akan lupa kepada orang yang sedang lapar.

Puasa adalah salah satu perintah Allah swt yang di-nash-kan dalam al-Qur’an al-karim. Tidak diragukan lagi, puasa memiliki manfaat yang sangat banyak, karena sejatinya Allah swt tidak menyariatkan ibadah melainkan pasti mengandung unsur pendidikan yang menghantarkan pada ketakwaan, ketundukan, dan kepatuhan atas segala perintah-Nya.

Puasa adalah amal yang istimewa, sebagaimana firman Allah swt dalam sebuah hadits qudsi,

“Setiap amal anak Adam adalah miliknya, kecuali puasa. Karena sesungguhnya puasa itu milik-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Ia meninggalkan makanannya, minumannya, dan keinginan syahwatnyasemata-mata karena menuruti (perintah)-Ku.”

Selain itu, hikmah diperintahkannya puasa adalah untuk melatih jiwa dan membiasajannya sabar dalam menghadapi kesusahan hidup menuju jalan Allah swt. Puasa mendidik manusia untuk memiliki kekuatan, tekad, dan kemauan. Hal-hal ini menjadikan manusia untuk mampu mengendalikan hawa nafsu dan keinginan-keinginan syahwatnya, sehingga manusia menjadi tuan bagi hawa nafsunya, bukan justru diperbudaknya.

Puasa juga mendidik manusia agar senantiasa memiliki rasa cinta, lembut, dan kasih sayang terhadap sesamanya. Menjadikan seorang insan halus budinya dan bersih jiwanya, karena sejatinya puasa bukanlah penghalang untuk makan dan minum. Justru dengan puasa-lah, timbul kekuatan dalam jiwa manusia untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Sehingga lahirlah semangat untuk saling menolong dan meringankan beban dan penderitaan yang dirasakan oleh saudaranya, dan menghapus air mata kesedihannya dengan segala kemurahan dan kedermawanan dari jiwa yang terdidik oleh ibadah puasa selama sebulan penuh.

قيلليوسفعليهالسلام: لمتجوعوأنتعلىخزائنالأرض؟فقال: أخشىإنأناشبعتأنأنسىالجائع

Nabi Yusuf as pernah ditanya, “Mengapa engkau sampai begitu lapar? Padahal engkaulah memiliki gudang-gudang persediaan makanan?” Beliau menjawab, “Aku khawatir jikalau aku selalu dalam keadaan kenyang, maka aku akan lupa kepada orang yang sedang lapar.”