Saat aku mengingat kematian, seluruh perkara dunia menjadi rendah dihadapanku.

Imam al-Qurthubi mengatakan:

“Ketahuilah wahai saudara-saudaraku, sesungguhnya mengingat kematian dapat menghasilkan rasa takut kepada Allah swt, rasa keinginan untuk keluar dari dunia yang fana ini, dan menetapkan perhatian hanya fokus pada akhirat. Karenanya perbanyaklah mengingat kematian karena kematian itu tidak dapat diprediksi akan mendatangi siapa, penyakit apa yang menjadi perantaranya, dan kapankah ia akan datang. Maka orang yang memiliki akal sempurna akan senantiasa siap menghadapi kematian dan siap bekalnya.”

(Disarikan dari kitab Mukhtashar Tadzkirah al-Qurthubi, karya Abdul Wahab as-Sya’rani. Bab 3/hal 15) 

Setiap kita hanya merasakan satu kematian dalam hidup, namun kematian datang tanpa permisi, tak pernah meleset barang sedetik. 

Sebagaimana firman Allah swt: 

“Maka apabila telah datang waktunya (mati), mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun, dan tidak dapat (pula) memajukannya.” 

– (QS. al-Hadid: 23)