Barang siapa memperbanyak mengingat mati, maka akan diimuliakan dengan tiga hal, bersegera dalam bertaubat, hati yang qana'ah, dan semangat dalam beribadah. Dan barang siapa yang lupa mati, maka akan dihukum dengan tiga hal, menunda bertaubat, tidak puas dengan pemberian Allah, dan malas beribadah.

Rasulullah saw bersabda,

أكثروا ذكر الموت! فإنه يمحص الذنوب ويزهد في الدنيا ، فإن ذكرتموه عند الغنى هدمه ، وإن ذكرتموه عند الفقر أرضاكم بعيشكم!

“Banyak-banyaklah kalian mengingat kematian! Sebab mengingat mati bisa membersihkan dosa-dosa dan bisa membuat kalian hidup zuhud di dunia. Jika kalian mengingat mati di saat kalian sedang kaya, niscaya (kalian sadar bahwa) kematian itu bisa memporak-porandakan kekayaan kalian. Dan jika kalian mengingat mati saat kalian hidup miskin, maka yang demikian itu bisa membuat kalian ridha dengan kehidupan kalian.” (HR. Bazzar)

Bukankah seharusnya kita sangat sadar bahwa status-status keduniaan tidak ada yang abadi?

Saat seseorang kaya, kematian akan merenggut statusnya sebagai orang kaya seketika itu juga. 

Sedangkan saat seseorang miskin, maka kematian pula lah yang akan melepas dan menghapuskan status kemiskinannya saat itu juga. Cukuplah kematian sebagai nasehat 🙂