Bagi seorang ‘arif, kegetiran dan kepahitan dalam hidup terasa sangat ringan karena ia merasakan betapa manisnya mengenal Allah. Ketika seseorang sudah naik dari tingkatan ‘kenal’ ke tingkatan ‘cinta’ pada-Nya, pahitnya takdir akan menjadi sesuatu yang sangat manis

إن الرضى من جملة ثمرات المعرفة، فإذا عرفته رضيت بقضائه. وقد يجزي في ضمن القضاء مرارات يجد بعض طعمها الراضي. أما العرف فتقل عنده المرارة لقوة حلاوة المعرفة. فإذا ترقى بالمعرفة إلى المحبة، صارت مرارة الأقدار، حلاوة

وقال بعض المحبين في هذا المعنى

ويقبح من سواك الفعل عندي # فتفعله فيحسن منك ذاك

Sesungguhnya ridha adalah salah satu buah dari ma’rifat (pengenalan kepada Allah swt.). Apabila engkau mengenal-Nya, engkau pasti akan ridha dengan ketentuan-Nya. Namun demikian, mereka yang sampai pada derajat ridha kadang juga masih merasakan pahitnya ketetapan Allah dalam beberapa hal (biasanya kepahitan akan terasa pada hentakan pertama datangnya musibah).

Bagi seorang ‘arif, kegetiran dan kepahitan dalam hidup terasa sangat ringan karena ia merasakan betapa manisnya mengenal Allah. Ketika seseorang sudah naik dari tingkatan ‘kenal’ ke tingkatan ‘cinta’ pada-Nya, pahitnya takdir akan menjadi sesuatu yang sangat manis.

Sebagaimana sebagian dari Muhibbin (pecinta) mendendangkan syairnya:
Apa yang bukan dari-Mu buruk bagiku # apa yang Engkau lakukan selalu baik adanya