Taubat yang sebenarnya adalah engkau melupakan dosamu dan tidak pernah mengingatnya. Orang yang benar-benar bertaubat ia akan menjadi pecinta Allah swt, dan orang yang mecintai-Nya akan lupa terhadap segala sesuatu selain-Nya

قال الجنيد: التوبة النصوح هو أن ينسى الذنب فلا يذكره أبدا لأ من صحت توبته صار محبا لله ومن أحب الله نسي ما دون الله

Suatu ketika Imam Junaid al-Baghdady berkunjung kepada Syaikh Sary as-Saqaty. Ketika itu Imam Junaid mendapati Syaikh Sary dalam keadaan bingung. Kemudian Imam Junaid bertanya, “Apa yang membuatmu bingung wahai Syaikh?”

Syaikh Sary menjawab, “Ada seorang pemuda yang datang kepadaku, dia bertanya tentang makna dan syarat-syarat taubat, lalu aku memberitahunya. Lantas dia bertanya tentang hakikat taubat, kukatakan kepadanya bahwa hakikat taubat itu tidak melupakan dosa yang pernah diperbuat. Kemudian pemuda itu menyanggahnya dengan mengatakan hakikat taubat itu adalah justru melupakan dosa yang pernah diperbuat”.

Setelah mendengar cerita Syaikh Sary, Imam Junaid pun sependapat dengan pemuda tersebut. Kemudian Syaikh Sary berkata, “Bagaimana bisa demikian?” 

Imam Junaid menjawab, “Ketika aku dalam keadaan yang tidak menyenangkan dan kemudian dipindahkan pada keadaan yang menyenangkan, mengingat-ingat hal yang tidak menyenangkan dalam kondisi yang menyenangkan merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan”.

(Disarikan dari kitab al-Imam al-Junaid Saiyyidut Tha’ifitain, karya Syaikh Ahmad Farid al-Mazidi, hal 172)