Rasa takut yang terpuji adalah yang menghalangimu dari melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah swt

Khauf merupakan cemeti Allah swt untuk menggiring orang-orang yang berpaling dari pintu-Nya. Khauf juga merupakan lentera dalam hati, yang dengannya seseorang bisa melihat kebaikan dan keburukan atau mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

Dalam perjalanan menuju Allah swt, hati di ibaratkan seekor burung. Mahabbah (rasa cinta) adalah kepalanya, dan khauf (rasa takut) serta raja’ (rasa harap) adalah kedua sayapnya. Selagi kepala dan kedua sayap masih normal, maka burung itu bisa terbang dengan baik. Namun, jika kepalanya tidak ada (terputus), maka ia akan mati. dan jika dua sayapnya tidak ada, maka ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Abu Ismail mengatakan, “Rasa takut harus lebih menguasai hati. Jika harapan yang lebih menguasainya, maka ia akan rusak”. Dalam pendapat yang lain dikatakan, “Yang paling sempurna adalah menyeimbangkan antara rasa harap dan rasa takut, serta memperbanyak rasa cinta. Sebab cinta itu juga bisa diibaratkan kendaraan, rasa harap adalah mesin pendorongnya, dan rasa takut ibarat pengemudinya. Sedangkan Allah swt adalah dzat yang menghantarkan kendaraan itu menuju tujuannya dengan segala karunia-Nya”.